'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Tim ‘Aisyiyah NTT Beri Dukungan Psikososial bagi Anak-Anak dan Ibu Warga Terdampak Bencana
17 April 2021 05:39 WIB | dibaca 87

Keterangan foto: Pembinaan rohani untuk ibu-ibu

 

Pasca badai siklon seroja  dan banjir bandang yang telah meluluh lantahkan  segala harta yang dimiliki telah berdampak pada psikis warga terdampak musibah Siklon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur. Harta yang telah dimiliki berupa rumah dengan segala isi perabot telah tersapu bersih oleh badai angin dan banjir bandang pada tanggal 4-5 April 2021 yang lalu. Hingga yang tertinggal hanyalah pakaian di badan dan sebagian lagi yang berhasil diselamatkan. Namun banyak dari mereka tidak bisa menyelamatkan harta benda mereka karena panik, kaget dan rasa takut lainnya.

 

Mengupayakan Pemulihan Gangguan Psikis melalui Layanan Dukungan Psikososial

 

‘Aisyiyah sebagai Organisasi Otonom Wanita Muhammadiyah telah mengambil peran dalam aksi sosial dan kemanusiaan, dengan menunjukkan aksinya turun lapangan untuk memberikan dukungan psikososial pasca musibah Siklon Tropis Seroja tersebut.  Pemberian bantuan tak hanya cukup dengan materi semata namun harus memberikan bantuan psikis juga perlu dilakukan salah satunya adalah layanan dukungan psikososial yakni satu kegiatan layanan pemberian bantuan berupa pemulihan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu korban bencana alam.

 

Dari musibah ini sudah pasti menyisakan trauma yang sangat dalam bagi para warga terdampak. Maka aksi melakukan pendampingan bagi para korban ini sangat penting untuk dilakukan agar bisa mengatasi trauma mereka pasca bencana dimaksud tanpa bayang-bayang kejadian yang sudah dilalui. Tak hanya Aisyiyah sebagai ibu dalam persyarikatan Muhammadiyah namun  turut membantu aksi ini Aisyiyah telah bergandengan tangan dengan putri-putrinya IMMawati dan Nasyiatul Aisyiyah turun lapangan menembus panas teriknya Kupang yang kian hari kian panas.

 

Perjalanan Menuju ke Lokasi Terdampak

 

Pada Rabu 14 April 2021, tim ‘Aisyiyah menempuh perjalanan sekitar 28 Km dari Kota Kupang menuju Kabupaten Kupang tepatnya di desa Tuapukan Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Dan kurang lebih 1 jam perjalanan Tim psikososial ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Pos Koordinasi tanggap bencana Siklon Tropis Seroja ini tiba di lokasi bencana tersebut bersama para medis dari Rumah Sakit Muhammadiyah Pekanbaru yang sudah 2 hari menjalankan tugas di lokasi tersebut.

 

Lokasi Posko bencana itu tepat berada di SD Inpres Tuapukan Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang yang sebagian bangunan sekolah menyisakan puing-puing tembok yang sudah miring, atap seng sudah disapu bersih oleh badai. Halaman sekolah itu penuh lumpur yang tebalnya sekitar 7-10 cm. Jalan masuk ke lokasi tersebut musti harus berhati-hati karena melewati lumpur yang sangat tebal yang sudah sebagian agak kering. Tampak ada 2 tenda barak milik TNI sudah berdiri tegak di lokasi tersebut.

 

Pada saat kehadiran kami di lokasi tersebut bersamaan dengan pemberian bantuan dari Orang Muda Katolik (OMK) dan juga para Suster didepan Posko jaga. Karena Tim Medis sudah tiba lebih dulu sebelum kami tiba akhirnya kamipun langsung masuk dan memperkenalkan diri kepada Kepala sekolah dan Guru yang sedang berdiri memantau siswa mereka.

 

      

Keterangan foto: Foto bareng anak usia paud/TK seusai belajar melipat kertas

 

Dukungan Layanan Psikososial bagi Anak-Anak

 

Setelah memperkenalkan diri kamipun diijinkan untuk mendampingi siswa-siswi mereka untuk belajar di teras sekolah itu yang masih penuh lumpur. Kamipun dibantu oleh para TNI untuk mengambil bangku di halaman sekolah yang telah tertanam dengan lumpur agar bangku tersebut bisa dipakai oleh anak-anak untuk duduk dan bisa belajar dengan kami. Antusiasme para siswa itu begitu tinggi setelah kami ajak bernyanyi, main game dan pemberianreward bagi siswa siswi yang berani menjawab dan berani maju ke depan.

 

Setelah itu kamipun mendengar isi hati mereka saat kejadian bencana itu. Dalam hati kecil ingin menangis melihat tingkah laku polos mereka, ada yang belum sarapan, ada yang hanya tinggal baju di badan, ada yang kehilangan rumah dan harta benda mereka. Terharu melihat mereka yang hampir semua belum mandi pagi pada saat itu.

 

Pada saat kami belajar bersama mereka, para siswa-siswi yang lainpun berdatangan hingga kami harus membagi dalam 3 kelompok besar berdasarkan usia dan kelas. Dalam 3 kelompok itu beragam ada yang siswa TK/PAUD dan sebagian besar adalah siswa siswi kelas 2-6 SD pada sekolah itu didampingi tim psikososial pada masing-masing kelompok.

 

  

Keterangan foto: Bermain game bersama anak-anak

 

Dukungan Layanan Psikososial bagi Ibu (Orangtua Anak)

 

Pada tempat yang berbeda kami membentuk kelompok yang lain lagi yakni kelompok ibu-ibu yang datang menjaga anaknya dan memeriksa kondisi kesehatannya. Pada kelompok ini kami memberikan pembinaan rohani dan penguatan iman. Mereka mendengar dengan serius dan semangat bertanya. Setelah itu kami mendengar cerita mereka yang hampir semuanya kehilangan harta benda rumah mereka.

 

“Tuhan masih sayang kami karena tidak ada korban jiwa. Biar harta kami habis yang penting suami dan anak-anak kami masih dilindungi Tuhan” kata mereka. Miris hati ini mendengar cerita mereka namun kami harus tegar di hadapan mereka. Akan tetapi tidak selamanya berbuat baik tak selalu berjalan mulus. Ada saja orang yang tak menyukai apa yang telah kita perbuat walaupun kita berada pada rel kebenaran yang tulus ingin membantu. Di akhir pertemuan itupun kami merasa bahagia karena melihat tersenyum mereka dan mengharapkan kami kembali lagi. Rasa haru mempunyai keluarga baru walau berbeda keyakinan yang sebagian besar warganya ada warga eks Timor Timur.

 

Kamipun berpamitan pulang setelah bekerja bakti bersama warga sekolah itu membersihkan lumpur yang masih tersisa pada beberapa ruang kelas dengan menyisakan lumpur di badan dan baju yang kami kenakan. Inilah wujud bakti Muhammadiyah pada negara tak memandang ras, agama dan golongan. "Sungguh berat menjadi kader Muhammadiyah, jika masih ragu dan bimbang lebih baik pulang". Ungkapan dari jendral Sudirman inipun menjadi penutup rapat evaluasi pendampingan setelah pulang dari lokasi bencana.

 

Penulis: Suwarni Sulaiman (Ketua PDA Kota Kupang, Ketua MEK PWA NTT, dan Koordinator Divisi Psikososial POSKOR Muhammadiyah Respon Siklon Tropis Seroja NTT)

Editor: Dzikrina Farah Adiba (Relawan LLHPB 'Aisyiyah)

Shared Post: